BLOG

Sewa Drone | Sewa Drone Siantar | Sewa Drone Medan | Sewa Drone Balige

 

PAKET
SPESIFIKASI
PAKET STANDARD
Rp. 2.800.000,-
- Foto Dokumentasi 1 Fotografer
- Video Liputan 1 Videografer
- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET EXCLUSIVE
4.900.000,-
- Foto Dokumentasi 1 Fotografer (Candid + Liputan)
- Foto dimulai dari Make-Up Session
- Video Liputan 1 Videografer
- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase (Full Press) Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GLAMOUR BASIC
Rp. 5.600.000,-
Foto Dokumentasi 1 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel 10 Sheet | Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- Video Liputan 1 Videografer
- 1 Wedding Klip Basic HD (Contoh Video dibawah)

- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GLAMOUR PRO
Rp. 7.900.000,-
Foto Dokumentasi 2 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel 10 Sheet | Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- Video Liputan 1 Videografer
- 1 Wedding Klip Pro 2 Kameraman (Contoh Video dibawah)

- Full HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GOLD
Rp. 9.900.000,-
- Foto Dokumentasi 2 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel Isi 180 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- 3 Videografer (Wedding Clip 2 Cinematic + 1 Liputan)
Wedding Klip 4K (Cinematic) Durasi 5-15 Menit

- Full HD Video Durasi 3-6 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Drone
- Master Foto & Video
PAKET CANDID (Foto Only)
Rp. 3.500.000,-
- Foto Dokumentasi & Candid
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- USB Flashdisk (All Files)
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
PAKET WEDDING CLIP GLAMOUR PRO
Rp. 3.800.000,-
- Wedding Klip mulai dari Make-Up session s/d selesai
- 2 KAMERAMAN
- Kualitas Video FULL HD
- 1 USB Flashdisk
- Contoh Video
PAKET WEDDING CLIP GOLD
Rp. 4.900.000,-
- Wedding Klip mulai dari Make-Up session s/d selesai
- 2 KAMERAMAN
- 1 Pilot Drone
- Kualitas Video 4K
- Contoh Video

- 1 USB Flashdisk

 

Sewa Drone Siantar, Sewa Drone Medan, Sewa Drone Balige, Sewa Drone Porsea, Sewa Drone Tobasa

Jasa Photography

PAKET
SPESIFIKASI
PAKET STANDARD
Rp. 2.800.000,-
- Foto Dokumentasi 1 Fotografer
- Video Liputan 1 Videografer
- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET EXCLUSIVE
4.900.000,-
- Foto Dokumentasi 1 Fotografer (Candid + Liputan)
- Foto dimulai dari Make-Up Session
- Video Liputan 1 Videografer
- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase (Full Press) Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GLAMOUR BASIC
Rp. 5.600.000,-
Foto Dokumentasi 1 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel 10 Sheet | Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- Video Liputan 1 Videografer
- 1 Wedding Klip Basic HD (Contoh Video dibawah)

- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GLAMOUR PRO
Rp. 7.900.000,-
Foto Dokumentasi 2 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel 10 Sheet | Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- Video Liputan 1 Videografer
- 1 Wedding Klip Pro 2 Kameraman (Contoh Video dibawah)

- Full HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GOLD
Rp. 9.900.000,-
- Foto Dokumentasi 2 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel Isi 180 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- 3 Videografer (Wedding Clip 2 Cinematic + 1 Liputan)
Wedding Klip 4K (Cinematic) Durasi 5-15 Menit

- Full HD Video Durasi 3-6 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Drone
- Master Foto & Video
PAKET CANDID (Foto Only)
Rp. 3.500.000,-
- Foto Dokumentasi & Candid
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- USB Flashdisk (All Files)
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
PAKET WEDDING CLIP GLAMOUR PRO
Rp. 3.800.000,-
- Wedding Klip mulai dari Make-Up session s/d selesai
- 2 KAMERAMAN
- Kualitas Video FULL HD
- 1 USB Flashdisk
- Contoh Video
PAKET WEDDING CLIP GOLD
Rp. 4.900.000,-
- Wedding Klip mulai dari Make-Up session s/d selesai
- 2 KAMERAMAN
- 1 Pilot Drone
- Kualitas Video 4K
- Contoh Video

- 1 USB Flashdisk

Jasa Foto Pernikahan | Jasa Photo Pernikahan | Jasa Photo Video Pernikahan

PAKET
SPESIFIKASI
PAKET STANDARD
Rp. 2.800.000,-
- Foto Dokumentasi 1 Fotografer
- Video Liputan 1 Videografer
- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET EXCLUSIVE
4.900.000,-
- Foto Dokumentasi 1 Fotografer (Candid + Liputan)
- Foto dimulai dari Make-Up Session
- Video Liputan 1 Videografer
- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase (Full Press) Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GLAMOUR BASIC
Rp. 5.600.000,-
Foto Dokumentasi 1 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel 10 Sheet | Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- Video Liputan 1 Videografer
- 1 Wedding Klip Basic HD (Contoh Video dibawah)

- HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GLAMOUR PRO
Rp. 7.900.000,-
Foto Dokumentasi 2 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel 10 Sheet | Isi 120 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- Video Liputan 1 Videografer
- 1 Wedding Klip Pro 2 Kameraman (Contoh Video dibawah)

- Full HD Video Durasi 3 Jam + 3 Keping DVD
- USB Flashdisk (All Files)
PAKET GOLD
Rp. 9.900.000,-
- Foto Dokumentasi 2 Fotografer (Candid + Liputan)
- 1 Album Tempel Isi 180 lbr
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
- 3 Videografer (Wedding Clip 2 Cinematic + 1 Liputan)
Wedding Klip 4K (Cinematic) Durasi 5-15 Menit

- Full HD Video Durasi 3-6 Jam + 3 Keping DVD
- 1 Drone
- Master Foto & Video
PAKET CANDID (Foto Only)
Rp. 3.500.000,-
- Foto Dokumentasi & Candid
- 1 Album Tempel Isi 120 lbr
- USB Flashdisk (All Files)
- 1 Album Kolase Cover 20 x 30 | 20 Halaman
PAKET WEDDING CLIP GLAMOUR PRO
Rp. 3.800.000,-
- Wedding Klip mulai dari Make-Up session s/d selesai
- 2 KAMERAMAN
- Kualitas Video FULL HD
- 1 USB Flashdisk
- Contoh Video
PAKET WEDDING CLIP GOLD
Rp. 4.900.000,-
- Wedding Klip mulai dari Make-Up session s/d selesai
- 2 KAMERAMAN
- 1 Pilot Drone
- Kualitas Video 4K
- Contoh Video

- 1 USB Flashdisk

Kabar Duka, Kapal KM Sinar Bangun tujuan Tigaras – Simanindo Terbalik di Terjang Ombak

sunAsio– Informasi warga menyebut kapal Muatan Penumpang Sinar Bangun – Tigaras berangkat dari Simanindo pukul 17.00 WIB dikabarkan tenggelam dihantam ombak dan angin.

80 Orang Penumpang terjun ke Danau akibat terjangan ombak tao simanindo

Padahal kapal baru bertolak dari Simanindo dan masih berada di perairan sekitar Pulau Tao, Simanindo.

Korban jiwa pada saat ini belum diketahui (bernhut)

Jenis/Genre Photography

  1. Landscape Photography
  2. Human Interest Photography
  3. Wildlife Photography
  4. Makro Photography
  5. Modelling Photography
  6. Miniature Photography
  7. Journalistic Photography
  8. Comercial Advertising Photography
  9. Wedding Photography
  10. Potrait Photography
  11. StillLife Photography
  12. Abstract Photography
  13. Street Photography
  14. Food Photography
  15. Underwater Photography
  16. Architectural Photography
  17. Fashion Photography
  18. Documentary Photography 
  19. Fine Art Photography
  20. Astro Photography

Sumber: https://vanzphotography16.blogspot.co.id/2016/10/20-genrefotografi-yang-populer.html

Cara Kerja Eksposur Pada Kamera Digital

Eksposur (Exposure) merupakan inti dalam fotografi yang juga memainkan peran utama dalam menentukan baik atau buruknya kualitas foto Anda dan yang sering juga disebut pencahayaan.

Pada kamera DSLR telah disediakan beberapa pilihan mode eksposur “khusus” yang bekerja secara auto untuk keperluan tertentu seperti memotret olahraga, kembang api, closeup, dll. Secara keseluruhan mode eksposur pada kamera terkadang disebut juga sebagai mode pemotretan.

Pada umumnya mode auto hanya bekerja sesuai program kamera, bukan sesuai kemauan anda. Dan terkadang hasil foto yang menggunakan mode auto ini berbeda dengan hasil yang dharapkan. Oleh sebab itu eksposur yang baik itu disetting secara manual sesuai keinginan Pemakai.

Pada artikel ini kita akan mengenal dasar eksposur agar nantinya Anda bisa dengan mudah menggunakan mode manual exposure (M) pada kamera.

Eksposur terbentuk dari 3 elemen / pengaturan utama yaitu:

1. Shutter Speed
2. Diafragma / Aperture
3. ISO

Istilah-Istilah dalam Video

Gerakan Kamera :

Panning adalah gerakan kamera menyamping. Pann left gerakan ke arah kiri dan pann right gerakan ke arah kanan.

Tilting adalah gerakan kamera secara vertical atau atas bawah. Tilt Up gerakan naik dan Tilt Down gerakan turun.

Tracking adalah gerakan kamera dengan arah maju dan mundur atau depan belakang, bisa dengan bantuan doly atau rel kereta. Track In gerakan maju kedepan dan Track Out gerakan mundur kebelakang.

Crane adalah gerakan kamera meninggi atau merendah.

Following adalah gerakan kamera mengikuti objek atau actor

Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:

Bird Eye View

Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.

High Angle

Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.

Low Angle

Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance, berwibawa, kuat, dominan.

Eye Level

Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.

Frog Eye

Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:

Extreme Close Up (ECU/XCU) :

Pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

Big Close Up (BCU) :

Pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

Close Up (CU) :

Gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru

Medium Close Up (MCU) :

Hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.

Medium Shot (MS) :

Pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

Knee Shot (KS) :

Pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

Full Shot (FS) :

Pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

Long Shot (LS) :

Pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.

Medium Long Shot (MLS) :

Gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut.

Extreme Long Shot (XLS):

Gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.

– One Shot (1S) :

Pengambilan gambar satu objek.

– Two Shot (2S) :

Pengambilan gambar dua orang.

– Three Shot (3S) :

Pengambilan gambar tiga orang.

– Group Shot (GS):

Pengambilan gambar sekelompok orang.

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:

Zoom In/ Zoom Out :

Kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera.

Panning :

Gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.

Tilting :

Gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dan tilt down jika kamera mengangguk.

Dolly :

Kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.

Follow :

Gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak.

Crane shot :

Gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane.

Fading :

Pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.

Framing :

Objek berada dalam framing Shot. Frame In jika memasuki bingkai dan frame out jika keluar bingkai.

Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.

– Objek bergerak sejajar dengan kamera.

– Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.

– Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.

Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.

Backlight Shot:

Teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.

Reflection Shot:

Teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek.

Door Frame Shot:

Gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan.

Artificial Framing Shot:

Benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut.

Jaws Shot:

Kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera.

Framing with Background:

Objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.

The Secret of Foreground Framing Shot:

Pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.

Tripod Transition:

Posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.

Artificial Hairlight:

Rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.

Fast Road Effect:

Teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.

Walking Shot:

Teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.

Over Shoulder :

Pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.

Profil Shot :

Jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

Acting :

Adegan/lakon yang diperankan oleh pemeran (aktor/aktris/talent) mengikuti skenario yang telah ditetapkan. Akting meliputi bahasa tubuh, ekspresi wajah dan dialog.

Agent (Agent Model) :

Seseorang yang bekerja mewakili kepentingan aktor/aktris dalam berhubungan dengan produser serta orang-orang lain dalam dunia produksi film. Agent ini amat berperan dalam mencarikan job serta membangun karir para artis.

Art Director (Penata Artistik):

Pengarah artistik dari sebuah produksi, bertanggung jawab dalam penyediaan set lokasi shooting serta properti penunjang, sesuai tuntutan cerita dalam skenario.

Audio Mixing :

Proses pengaturan suara dari berbagai macam jenis input, menghasilkan unsur sound yang diperlukan untuk memenuhi tuntutan kebutuhan cerita.

Angle :

Sudut pengambilan gambar, amat berpengaruh dalam penciptaan komunikasi yang diharapkan dari sebuah gambar sebagai bahasa visual. Low Angle yaitu pengambilan gambar dari bawah obyek, lazim digunakan untuk menampilkan keagungan/kewibawaan obyek. High angle ialah pengambilan gambar dari ketinggian, lazim digunakan untuk menampilkan ketidakberdayaan obyek. Close-up (CU) ialah pengambilan jarak dekat dimana obyek tampak dengan jelas (pada manusia, sebatas wajah hingga leher atau dada); Extreme Close Up (ECU) ialah pengambilan yang lebih dekat lagi sehingga layar dipenuhi oleh bagian dari wajah; Medium Shot (MS) ialah pengambilan dari jarak sedang, dimana manusia akan tampil keseluruhan bagian tubuhnya; Long Shot (LS) ialah pengambilan gambar dari jarak jauh dimana obyek akan terlihat bersama dengan lingkungan terdekatnya.

Angle juga berkaitan dengan pergerakan kamera berikut ini : Pan ialah pergerakan kamera secara horisontal ke kiri atau ke kanan; Tilt ialah pergerakan kamera secara vertikal ke atas atau ke bawah; Track/Dolly ialah pergerakan kamera yang sejajar mengikuti pergerakan obyek yang bergerak; Zoom In ialah perbesaran gambar (fungsi pada kamera video), Zoom Out ialah perkecilan gambar (fungsi pada kamera video).

Animator :

Pembuat animasi. Klip animasi biasanya dikerjakan secara khusus oleh seorang animator, lalu diserahkan kepada editor video untuk digabung dengan bagian gambar lainnya.

Audio Effect :
Efek suara. Sejumlah adegan memerlukan efek suara agar meningkatkan kesan visual. Misalnya pada adegan baku hantam dimana tidak terjadi perkelahian sesungguhnya, efek suara dibuat dan ditambahkan pada proses editing video untuk memperkuat kesan telah terjadinya perkelahian sesungguhnya.

Ambience :
Suara natural dari obyek gambar.

Background :
Gambar latar belakang.

Boom :
Mikrofon besar yang dipasang pada tiang portabel yang dipasang pada tempat terdekat yang mungkin, di sekitar pelaku adegan, agar dapat secara optimal menangkap dialog pemeran. Orang yang mengoperasikan boom ini disebut dengan Boom Man.

Breakaway :
Properti sekali pakai, misalnya gelas atau kertas, yang akan menjadi rusak dalam sekali pakai sesuai tuntutan cerita.

Breakdown :
Arti aslinya ialah perincian. Dapat merujuk ke rincian bujet produksi maupun aktualisasi pengeluaran biaya, atau dapat pula berarti rincian perencanaan adegan shooting.

Budget :
Anggaran pengeluaran keseluruhan dari produksi film. Bujet yang biasanya ditentukan sejak awal oleh produser ini akan amat menentukan bagaimana suatu rencana produksi video akan dieksekusi, menyangkut sewa alat, sumberdaya manusia, properti, dan sebagainya.

Blocking :
Area yang masuk dalam cakupan tangkapan kamera video. Para pemeran serta properti harus masuk dalam area blocking ini, dan sebaliknya area ini harus steril dari properti atau kru produksi.

Back Light :
Sumber cahaya utama yang berada di belakang obyek shooting dan menghadap ke kamera. Pada kebanyakan kasus, backlight ini merupakan kesalahan mendasar yang sering dilakukan oleh kameramen amatir sehingga obyek menjadi tak jelas (gelap). Pada kasus khusus, teknik ini digunakan misalnya untuk dengan sengaja menyamarkan identitas obyek.

Bumper :
Klip gambar biasanya berupa animasi yang berperan sebagai pembuka suatu acara televisi. Bumper in digunakan sebagai tanda suatu acara akan dimulai lagi setelah jeda iklan, sedangkan bumper out ialah penanda bahwa acara akan berhenti sejenak untuk jeda iklan.

Camera Department :
Bagian yang bertanggung jawab untuk menyediakan dan merawat semua peralatan kamera yang dibutuhkan untuk memproduksi film, serta proses-proses yang menyertainya.

Cameraman :
Orang yang bertugas mengoperasikan kamera film/video. Pada suatu produksi besar, cameraman ini terbagi menjadi sejumlah peran khusus yaitu Penata Fotografi (yang bertugas mengatur penempatan dan pergerakan kamera serta pencahayaan), Operator kamera yang langsung mengoperasikan kamera, serta sejumlah asisten untuk mengurus hal-hal lain seperti mengatur fokus kamera, dan sebagainya.

Camera Tracks :
Lintasan kamera, suatu alas datar berupa metal atau lembaran kayu tipis yang diletakkan di permukaan lantai sebagai tempat pergerakan kamera (yang dipasang pada sebuah alat beroda tertentu, disebut dolly). Lintasan ini berguna agar dihasilkan gerakan kamera yang lembut. Camera track dapat pula berbentuk lintasan rel panjang, sementara kamera terpasang pada suatu kamera dolly.

Casting :
Proses pencarian orang yang tepat untuk memerankan tokoh tertentu dalam cerita. Casting ini dipimpin oleh seorang juru casting atau casting director yang amat memahami karakter yang dibutuhkan oleh cerita. Rencana casting ini telah diumumkan sebelumnya kepada publik atau agent sehingga para artis/aktor dapat mempelajari skenario lalu mempersiapkan adegan yang akan ditampilkan sebagai unjuk kebolehan.

Clapper Boards :
Sepasang papan berengsel yang diketukkan sebagai tanda dimulainya shooting. Papan ini berisi sejumlah informasi antara lain titel produksi, nomor adegan (scene), produser, dan tanggal shooting adegan. Informasi pada papan ini dicatat oleh pencatat adegan yang kemudian akan memberi catatan tambahan tentang keberhasilan adegan yang di-shooting. Informasi ini juga terrekam oleh kamera video, yang kelak akan memudahkan proses editing video untuk memilih potongan gambar mana yang akan dipakai dan dirangkai dengan gambar lainnya.

Commercial :
Iklan. Video singkat yang umumnya berdurasi 60, 30, atau 15 detik yang dibuat khusus untuk mempromosikan suatu produk.

Costume Designer :
Orang yang merancang pakaian/kostum yang akan dipakai oleh para pemeran film.

Cue :
Tanda bagi aktor/aktris dalam film untuk memunculkan bagiannya dalam dialog atau tindakan. Isyarat ini dapat berupa tindakan aktor/aktris lainnya, bagian akhir dari sebuah dialog, tanda dari sutradara atau isyarat cahaya.

Cue Light :
Bola lampu kecil yang dapat dinyalakan atau dimatikan oleh sutradara atau asisten sutradara untuk memberi isyarat kepada para pemeran. Lampu ini diletakkan diluar jangkauan pandang kamera tetapi dalam jangkauan pandang pemeran.

Cut and Hold :
Perintah dari sutadara agar adegan diberhentikan namun para pemeran tetap berada dalam posisinya. Pada kasus ini, sutradara mungkin ingin memeriksa pencahayaan, posisi, atau adegan lain yang berkaitan.

Cut to Cut :
Peralihan gambar dari adegan satu ke adegan lainnya secara langsung tanpa pemakaian transisi.

Credit Title :
Penampilan nama-nama kru produksi serta para pendukung acara.

Chroma Key :
Sebuah teknik efek visual dimana adegan shooting dilakukan dengan latar belakang layar berwarna tertentu (biasanya hijau atau biru). Pada proses editing, warna layar yang digunakan ini menjadi key untuk dihilangkan (dijadikan transparan) untuk diisi dengan gambar background yang telah disiapkan untuk tujuan itu.

Cutting on Beat :
Teknik pemotongan dan penyusunan gambar pada saat editing video berdasarkan tempo sound yang digunakan. Teknik ini amat terasa efeknya misalnya pada videoklip musik yang bertempo cepat.

Clip Hanger :
Sebutan bagi adegan atau gambar yang akan mengundang rasa ingin tahu penonton tentang kelanjutan acara, namun harus ditunda karena harus tampilnya jeda iklan komersial.

Cut :
Pemotongan gambar

Crane :
Alat khusus yang dilengkapi dengan tiang, tuas dan katrol untuk tempat menggantung kamera sehingga kamera dapat digerakkan secara fleksibel dinamis termasuk perputaran penuh 360 derajat, menghasilkan angle yang unik, dinamis dan kadang dramatis. Alat ini dapat digerakkan oleh secara manual oleh operator melalui sebuah tuas, ada pula yang dilengkapi dengan remote control.

Sejarah Photography

Sejarah Photography dimulai pada abad ke-19. Tahun 1839 merupakan tahun awal kelahiran Photography. Pada saat itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.

Foto pertama yang berhasil dicetak meskipun masih tampak kabur, dibuat oleh Joseph Nicéphore Niépce “View from the Window at Le Gras”

Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang Pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena kamera obscura. 

Berabad-abad kemudian, banyak yang menyadari dan mengagumi fenomena ini, sebut saja Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, yang berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia Giambattista della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Nama kamera obscura diciptakan oleh Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan memberi nama alat tersebut kamera obscura. Didalam tenda sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas.

Berbagai penelitian dilakukan mulai pada awal abad ke-17, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia – Angelo Sala menggunakan cahaya matahari untuk merekam serangkaian kata pada pelat chloride perak. Tapi ia gagal mempertahankan gambar secara permanen. Sekitar tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang berkebangsaan Inggris bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada kamera obscura berlensa, hasilnya sangat mengecewakan. Humphrey Davy melakukan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama juga walaupun sudah berhasil menangkap imaji melalui kamera obscura tanpa lensa.

Pengertian Photography & Sejarah Photography

Photography (dari bahasa Inggris: photography, yang berasal dari bahasa Yunani yaitu “Photos”: cahaya dan “Grafo”: Melukis) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan media cahaya. 

Photography berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu objek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai objek tersebut pada media peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan mengubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), Diafragma (Aperture), dan Kecepatan Rana (Speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (Exposure). Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.

Sejarah Fotografi

Sejarah Photography dimulai pada abad ke-19. Tahun 1839 merupakan tahun awal kelahiran Photography. Pada saat itu, di Perancis dinyatakan secara resmi bahwa fotografi adalah sebuah terobosan teknologi. Saat itu, rekaman dua dimensi seperti yang dilihat mata sudah bisa dibuat permanen.

Foto pertama yang berhasil dicetak meskipun masih tampak kabur, dibuat oleh Joseph Nicéphore Niépce “View from the Window at Le Gras”

Sejarah fotografi bermula jauh sebelum Masehi. Pada abad ke-5 Sebelum Masehi (SM), seorang pria bernama Mo Ti mengamati suatu gejala. Jika pada dinding ruangan yang gelap terdapat lubang kecil (pinhole), maka di bagian dalam ruang itu akan terefleksikan pemandangan di luar ruang secara terbalik lewat lubang tadi. Mo Ti adalah orang pertama yang menyadari fenomena kamera obscura. 

Berabad-abad kemudian, banyak yang menyadari dan mengagumi fenomena ini, sebut saja Aristoteles pada abad ke-3 SM dan seorang ilmuwan Arab Ibnu Al Haitam (Al Hazen) pada abad ke-10 SM, yang berusaha untuk menciptakan serta mengembangkan alat yang sekarang dikenal sebagai kamera. Pada tahun 1558, seorang ilmuwan Italia Giambattista della Porta menyebut ”camera obscura” pada sebuah kotak yang membantu pelukis menangkap bayangan gambar.

Nama kamera obscura diciptakan oleh Johannes Kepler pada tahun 1611. Johannes Kepler membuat desain kamera portable yang dibuat seperti sebuah tenda, dan memberi nama alat tersebut kamera obscura. Didalam tenda sangat gelap kecuali sedikit cahaya yang ditangkap oleh lensa, yang membentuk gambar keadaan di luar tenda di atas selembar kertas.

Berbagai penelitian dilakukan mulai pada awal abad ke-17, seorang ilmuwan berkebangsaan Italia – Angelo Sala menggunakan cahaya matahari untuk merekam serangkaian kata pada pelat chloride perak. Tapi ia gagal mempertahankan gambar secara permanen. Sekitar tahun 1800, Thomas Wedgwood, seorang berkebangsaan Inggris bereksperimen untuk merekam gambar positif dari citra pada kamera obscura berlensa, hasilnya sangat mengecewakan. Humphrey Davy melakukan percobaan lebih lanjut dengan chlorida perak, tapi bernasib sama juga walaupun sudah berhasil menangkap imaji melalui kamera obscura tanpa lensa.

Akhirnya, pada tahun 1824, seorang seniman lithography Perancis, Joseph-Nicephore Niepce (1765-1833), setelah delapan jam meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, melalui proses yang disebutnya Heliogravure (proses kerjanya mirip lithograph) di atas pelat logam yang dilapisi aspal, berhasil melahirkan sebuah gambar yang agak kabur, berhasil pula mempertahankan gambar secara permanen. Ia melanjutkan percobaannya hingga tahun 1826, inilah yang akhirnya menjadi sejarah awal fotografi yang sebenarnya. Foto yang dihasilkan itu kini disimpan di University of Texas di Austin, AS.

 Penelitian demi penelitian terus berlanjut hingga pata tanggal tanggal 19 Agustus 1839, desainer panggung opera yang juga pelukis, Louis-Jacques Mande’ Daguerre (1787-1851) dinobatkan sebagai orang pertama yang berhasil membuat foto yang sebenarnya: sebuah gambar permanen pada lembaran plat tembaga perak yang dilapisi larutan iodin yang disinari selama satu setengah jam cahaya langsung dengan pemanas merkuri (neon). Proses ini disebut daguerreotype. Untuk membuat gambar permanen, pelat dicuci larutan garam dapur dan asir suling. Januari 1839, Daguerre sebenarnya ingin mematenkan temuannya itu. Akan tetapi, Pemerintah Perancis berpikir bahwa temuan itu sebaiknya dibagikan ke seluruh dunia secara cuma-cuma.

“Boulevard du Temple” foto pertama yang diakui secara umum, dibuat oleh Louis Daguerre

Photography kemudian berkembang dengan sangat cepat. Melalui perusahaan Kodak Eastman, George Eastman mengembangkan fotografi dengan menciptakan serta menjual roll film dan kamera boks yang praktis, sejalan dengan perkembangan dalam dunia Photography melalui perbaikan lensa, shutter, film dan kertas foto.

Tahun 1950, untuk memudahkan pembidikan pada kamera Single Lens Reflex maka mulailah digunakan prisma (SLR), dan Jepang pun mulai memasuki dunia fotografi dengan produksi kamera Nikon yang kemudian disusul dengan Canon. Tahun 1972 kamera Polaroid temuan Edwin Land mulai dipasarkan. Kamera Polaroid mampu menghasilkan gambar tanpa melalui proses pengembangan dan pencetakan film.

LOGO SUNASIO

×
Hello
Chat me